Berita

Granat di Kejari Pandeglang Ada Kaitannya dengan Kasus Korupsi Tunjangan Daerah?

Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari)  Pandeglang digegerkan dengan penemuan granat nanas dibawah pohon alpuket Jumat 13 -Oktober -2017. Granat tersebut ditemukan oleh seorang Petugas Keamanan Kejari Pandeglang Saiful Bahromi,  sekitar pukul 11:30 WIB saat melakukan pengecekan gedung.

Sehari sebelumnya, Pengadilan Tipikor Serang  memvonis Tata Sopandi  6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan badan. Mantan bendahara 2011 Dindikbud Pandeglang terbukti bersalah dalam korupsi dana tunjangan daerah (Tunda) guru.

Namun,  pihak Kejari Pandeglang enggan berspekulasi soal penemuan granat tersebut dengan kasus yang tengah ditanganinya dan Kejari tidak menanggap hal tersebut bukanlah teror.

“Kami tidak menganggap itu sebagai teror karena granat yang ditemukan itu sepertinya sudah tidak berfungsi lagi, tidak bisa dihubungkan (kasus tunda)  karena ditemukannya dibagian belakang,” ungkap Kasi Intelkam Kejari Pandeglang Edius Manan,  Sabtu,  14-Oktober-2017.

Alasannya,  selain ditemukan dibelakang gedung,  Edius juga mengatakan, benda tersebut sudah lama dan tidak berfungsi. “Granat jenis nanas ga jelas tahun berapa ditemukan dekat bak sampah, kita tidak tahu sejak kapan berada disana tapi kalau dilihat fisiknya sepertinya sudah tidak berfungsi,”terangnya.

Pihak Kejari mengaku, tidak terpengaruh dengan temuan granat, pihaknya akan terus melanjutkan pemeriksaan kasus yang saat ini tengah ditangani.

“Kami tidak akan terpengaruh dengan ditemukannya granat yang sudah karatan tersebut, kalau hanya ditemukannya granat yang sudah tidak aktif saja kita ketakutan, kapan kita akan berani,” tandasnya.

 

Sumber: www.inilahbanten.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *